Hubungan Self-Regulation dalam Penggunaan Media Sosial dengan Sikap Moderasi Beragama Mahasiswa Pendidikan Agama Islam UIN Mataram

Authors

  • Agus Sukoco Universitas Islam Negeri Mataram
  • Nurul Imtihan Universitas Islam Negeri Mataram
  • Raehanah Universitas Islam Negeri Mataram
  • Muhammad Ali Nasir Universitas Islam Negeri Mataram

DOI:

https://doi.org/10.58230/zxeb0094

Keywords:

Self-Regulation, Social Media, Islamic Education Students, Religious Moderation

Abstract

Media sosial memudahkan mahasiswa mengakses informasi keagamaan, tetapi juga dapat memengaruhi cara mereka menerima, menilai, dan menanggapi beragam pandangan keagamaan. Karena itu, self-regulation diperlukan agar penggunaan media sosial terkelola secara bijak dan mendukung moderasi beragama. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan self-regulation dalam penggunaan media sosial dengan sikap moderasi beragama mahasiswa Pendidikan Agama Islam (PAI) UIN Mataram. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain asosiatif-kausal dan metode ex post facto. Data dikumpulkan melalui angket pada 138 mahasiswa. Self-regulation diukur melalui indikator self-monitoring, self-judgment, dan self-reaction, sedangkan sikap moderasi beragama diukur melalui indikator komitmen kebangsaan, toleransi, antikekerasan, dan akomodasi terhadap budaya lokal. Sebagian besar responden berada pada kategori sangat tinggi, baik pada self-regulation (64,5%) maupun sikap moderasi beragama (62,3%). Analisis regresi linear sederhana menunjukkan hubungan positif yang signifikan secara statistik (p < 0,001; koefisien regresi = 0,725; R² = 0,271), sehingga self-regulation menjelaskan 27,1% variasi sikap moderasi beragama, sedangkan 72,9% lainnya berkaitan dengan faktor di luar model. Temuan ini mengindikasikan pentingnya penguatan self-regulation untuk mendorong penggunaan media sosial yang bertanggung jawab dan memperkuat moderasi beragama mahasiswa. Penelitian ini terbatas pada satu program studi di satu perguruan tinggi dan menggunakan desain ex post facto, sehingga hasilnya tidak dapat ditafsirkan sebagai hubungan sebab-akibat.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Afsinatun, S., Syahri, A., Imtihan, N., Dinawisda, N., & Gunawan, G. G. (2025). Digital da’wah exposure and religious moderation among Indonesian Islamic university students. EDUKASI: Jurnal Penelitian Pendidikan Agama dan Keagamaan, 23(2), 359–376. https://doi.org/10.32729/edukasi.v23i2.2218

Alfi Rohmatul H., & Nur, M. A. (2025). Analisis tantangan moderasi beragama di era digital melalui perspektif teori filter bubble dan echo chamber. Jurnal Sosial Humaniora, 17(2), 160–170. https://doi.org/10.12962/j24433527.v17i2.22119

Al-Qazwini, M. bin Y. (2016). Sunan Ibnu Majah 1 (Terjemahan). Gema Insani Press.

Arianto, N. (2026). Retorika dakwah di era digital: Strategi komunikasi Islam dalam membangun kesadaran keagamaan generasi muda. Darul Ulum: Jurnal Ilmiah Keagamaan, Pendidikan dan Kemasyarakatan, 15(2), 267–292. https://doi.org/10.62815/darululum.v15i2.234

Arnett, J. J. (2000). Emerging adulthood: A theory of development from the late teens through the twenties. American Psychologist, 55(5), 469–480. https://doi.org/10.1037/0003-066X.55.5.469

Bakshy, E., Messing, S., & Adamic, L. A. (2015). Exposure to ideologically diverse news and opinion on Facebook. Science, 348(6239), 1130–1132. https://doi.org/10.1126/science.aaa1160

Bandura, A. (1986). Social foundations of thought and action: A social cognitive theory. Prentice-Hall.

Bandura, A. (1991). Social cognitive theory of self-regulation. Organizational Behavior and Human Decision Processes, 50(2), 248–287. https://doi.org/10.1016/0749-5978(91)90022-L

Bandura, A. (2001). Social cognitive theory: An agentic perspective. Annual Review of Psychology, 52, 1–26. https://doi.org/10.1146/annurev.psych.52.1.1

Cinelli, M., De Francisci Morales, G., Galeazzi, A., Quattrociocchi, W., & Starnini, M. (2021). The echo chamber effect on social media. Proceedings of the National Academy of Sciences, 118(9), Article e2023301118. https://doi.org/10.1073/pnas.2023301118

Cohen, J. (1992). A power primer. Psychological Bulletin, 112(1), 155–159. https://doi.org/10.1037/0033-2909.112.1.155

Cronbach, L. J. (1951). Coefficient alpha and the internal structure of tests. Psychometrika, 16(3), 297–334. https://doi.org/10.1007/BF02310555

Devi, S. R. (2024). Pengarusutamaan moderasi beragama di media sosial: Telaah akun Instagram @rabithah_alawiyah perspektif teori framing Robert N. Entman [Skripsi, Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya].

Fatiha, S. Z., & Kartasasmita, S. (2025). Korelasi antara self-regulation dengan smartphone addiction pada mahasiswa DKI Jakarta. QISTINA: Jurnal Multidisiplin Indonesia, 4(2), 1730–1735. https://doi.org/10.57235/qistina.v4i2.7409

Febriani, F., & Hurriyati, E. A. (2026). Taqwa, self-regulation, and social media intensity among Muslim young adults: A cross-sectional study. Jurnal Pemikiran Islam, 6(1), 28–40. https://doi.org/10.22373/jpi.v6i1.34606

Howard, S. J., Hayes, N., Mallawaarachchi, S., Johnson, D., Neilsen-Hewett, C., Mackenzie, J., Bentley, L. A., & White, S. L. J. (2025). A meta-analysis of self-regulation and digital recreation from birth to adolescence. Computers in Human Behavior, 163, Article 108472. https://doi.org/10.1016/j.chb.2024.108472

Jihad, M. I. F. A. (2023). Self regulation dalam menguatkan nilai-nilai moderasi beragama sebagai upaya mencegah paham radikal santri di Pondok Pesantren Nurul Ummah Kotagede Yogyakarta [Skripsi, Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga Yogyakarta]. https://digilib.uin-suka.ac.id/id/eprint/63650/1/21204012032_BAB-I_IV-atau-V_DAFTAR-PUSTAKA.pdf

Kementerian Agama RI. (2019a). Al-Qur’an dan terjemahannya. Lajnah Pentashihan Mushaf Al-Qur’an.

Kementerian Agama RI. (2019b). Moderasi beragama. Badan Litbang dan Diklat Kementerian Agama RI.

Kusnadi, M. L., & Suhartanto, P. E. (2022). Hubungan antara regulasi diri dengan fear of missing out (FoMO) pada mahasiswa pengguna media sosial. Suksma: Jurnal Psikologi Universitas Sanata Dharma, 3(2), 19–29. https://doi.org/10.24071/suksma.v3i2.4933

Kuss, D. J., & Griffiths, M. D. (2017). Social networking sites and addiction: Ten lessons learned. International Journal of Environmental Research and Public Health, 14(3), Article 311. https://doi.org/10.3390/ijerph14030311

Mubarok, A. R., & Sunarto, S. (2024). Moderasi beragama di era digital: Tantangan dan peluang. Journal of Islamic Communication Studies, 2(1), 1–11. https://doi.org/10.15642/jicos.2024.2.1.1-11

Mustain. (2022). Praksis moderasi beragama dalam pendidikan agama dan budi pekerti di SMAN 2 Mataram dan SMA Katolik Kesuma Mataram [Skripsi, Universitas Islam Negeri Mataram]. https://etheses.uinmataram.ac.id/4402/1/Mustain%20%20200701015_opt.pdf

Nasir, M., & Rijal, M. K. (2021). Keeping the middle path: Mainstreaming religious moderation through Islamic higher education institutions in Indonesia. Indonesian Journal of Islam and Muslim Societies, 11(2), 213–241. https://doi.org/10.18326/ijims.v11i2.213-241

Robbi, A. N. I. (2026). Moderasi beragama dalam pesan keagamaan digital pada YouTube channel Gus Iqdam Official [Skripsi, Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga Yogyakarta]. https://digilib.uin-suka.ac.id/id/eprint/77019/1/22105020022_BAB-I_IV-atau-V_DAFTAR-PUSTAKA.pdf

Rumata, F. A., Iqbal, M., & Asman, A. (2021). Dakwah digital sebagai sarana peningkatan pemahaman moderasi beragama dikalangan pemuda. Jurnal Ilmu Dakwah, 41(2), 172–183. https://doi.org/10.21580/jid.v41.2.9421

Sajida, B., Najma, N. A., Valinka, N., & Pratiwi, A. A. (2026). Analisis sikap moderasi beragama pada mahasiswa Program Studi PGMI UIN Syarif Hidayatullah Jakarta. Didaktik: Jurnal Ilmiah PGSD STKIP Subang, 12(2), 231–245. https://doi.org/10.36989/didaktik.v12i02.14997

Sanchez-Sanchez, H., Schoeps, K., & Montoya-Castilla, I. (2025). Emotion regulation strategies and psychological well-being in emerging adulthood: Mediating role of optimism and self-esteem in a university student sample. Behavioral Sciences, 15(7), Article 929. https://doi.org/10.3390/bs15070929

Shapiro, S. S., & Wilk, M. B. (1965). An analysis of variance test for normality (complete samples). Biometrika, 52(3–4), 591–611. https://doi.org/10.1093/biomet/52.3-4.591

Yuliawati, E., & Asri, I. (2024). Religious moderation: An analysis of understanding, internet and social media exposure and social interaction systems. Jurnal The Messenger, 14(2), 158–179. https://doi.org/10.26623/themessenger.v14i2.2812

Zalfa, A. (2022). Dampak konten dakwah media sosial terhadap perkembangan religiusitas mahasiswa PAI UNJ. AL-IDZAAH: Jurnal Dakwah dan Komunikasi, 4(1), 1–13. https://doi.org/10.24127/al-idzaah.v4i01.1709

Zimmerman, B. J. (2002). Becoming a self-regulated learner: An overview. Theory Into Practice, 41(2), 64–70. https://doi.org/10.1207/s15430421tip4102_2

Downloads

Published

2026-05-30