Kontribusi TGH Muhammad Rais dalam Pengembangan Pendidikan Islam Berbasis Masyarakat di Sekarbela, Lombok

Authors

  • Muhammad Tamjidulloh Universitas Islam Negeri Mataram
  • Bahaqi Universitas Islam Negeri Mataram
  • M. Fahrurrozi Universitas Islam Negeri Mataram
  • Muhammad Ali Nasir Ali Universitas Islam Negeri Mataram

DOI:

https://doi.org/10.58230/n3se5n67

Keywords:

TGH Muhammad Rais, Islamic Education, Islamic Boarding School, Halaqah, Sekarbela

Abstract

Pendidikan Islam berperan penting dalam membentuk pengetahuan keagamaan, karakter moral, dan kehidupan sosial masyarakat Muslim, termasuk di Lombok, tempat Tuan Guru secara historis berperan dalam perkembangan pendidikan Islam. Namun, kajian mengenai kontribusi individual Tuan Guru pada konteks lokal tertentu, seperti Sekarbela, masih terbatas. Penelitian ini bertujuan menganalisis sistem pendidikan yang diterapkan TGH Muhammad Rais dan kontribusinya terhadap pengembangan pendidikan Islam di Sekarbela, Lombok. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus. Data dikumpulkan melalui wawancara dan dokumentasi yang melibatkan pimpinan Pondok Pesantren Al-Raisiyah, pengurus, santri, dan masyarakat Sekarbela. Data dianalisis melalui kondensasi data, penyajian data, serta penarikan dan verifikasi kesimpulan, dengan keabsahan data diperkuat melalui triangulasi sumber dan waktu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa TGH Muhammad Rais mengembangkan sistem pendidikan yang terbuka dan berbasis masyarakat. Sistem ini bermula dari pengajian di Bale Tajuk dengan metode halaqah, kemudian berkembang menjadi pengajaran kitab klasik, ilmu alat, fikih, akidah, dan tasawuf. Pendidikan tersebut juga menanamkan nilai ta’zhim, tawadhu’, kedisiplinan, kesederhanaan, dan kepedulian sosial. Kontribusinya mencakup pengembangan lembaga pendidikan, pelibatan masyarakat, dan pembinaan santri yang melanjutkan pendidikan dan dakwah di daerah lain. Keterbatasan penelitian terletak pada data retrospektif dari informan dan terbatasnya dokumentasi historis. Implikasinya, pendidikan berbasis masyarakat dan keteladanan tokoh agama dapat menjadi rujukan bagi pengembangan pendidikan Islam kontekstual di tingkat lokal dengan memperhatikan karakteristik sosial dan historis masyarakat.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Abdussamad, Z. (2021). Metode penelitian kualitatif. CV Syakir Media Press.

Addaraini, A. N., & Inayati, N. L. (2023). Penerapan metode halaqah sebagai upaya meningkatkan hafalan Al-Qur’an santriwati kelas X MA Al-Mukmin Surakarta. Jurnal Tarbiyah, 30(2), 272. https://doi.org/10.30829/tar.v30i2.3220

Alwi, B. M. (2013). Pondok pesantren: Ciri khas, perkembangan, dan sistem pendidikannya. Lentera Pendidikan: Jurnal Ilmu Tarbiyah dan Keguruan, 16(2), 205–219. https://doi.org/10.24252/lp.2013v16n2a8

Amaniyah, I. F., & Nasith, A. (2022). Upaya penanaman karakter peduli sosial melalui budaya sekolah dan pembelajaran IPS. Dinamika Sosial: Jurnal Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial, 1(2), 81–95. https://doi.org/10.18860/dsjpips.v1i2.1377

Apriawan, A., & Wirandi. (2023). Peran Tuan Guru Ahmad Taqiuddin Mansyur dalam pengembangan pendidikan Islam di Lombok Tengah. Indonesian Journal of Education Research and Technology (IJERT), 3(2), 27–30. https://doi.org/10.69503/ijert.v3i2.1475

Aswasulasikin, Dwiningrum, S. I. A., & Sumarno. (2015). Tuan Guru sebagai tokoh pembangunan pendidikan di pedesaan. Jurnal Pembangunan Pendidikan: Fondasi dan Aplikasi, 3(1), 1–10. https://doi.org/10.21831/jppfa.v3i1.6669

Azra, A. (2004). Jaringan ulama Timur Tengah dan Kepulauan Nusantara abad XVII & XVIII: Akar pembaruan Islam Indonesia. Kencana.

Basarudin, & Jayadi, S. (2024). Tuan Guru Haji Muhammad Najmuddin Makmun: Kontribusi dan pemikirannya dalam pendidikan di Lombok Tengah 1943–1970 M. Batuthah: Jurnal Sejarah Peradaban Islam, 3(1), 68–78. https://doi.org/10.38073/batuthah.v3i1.1350

Dhofier, Z. (2011). Tradisi pesantren: Studi pandangan hidup kyai dan visinya mengenai masa depan Indonesia (Ed. rev.). LP3ES.

Hamid, I., Aji, W. T., & Aprilia, L. (2024). Peran Tuan Guru sebagai opinion leader dalam pilihan politik masyarakat Dusun Kapek, Desa Gunungsari, Kecamatan Gunungsari. Cakrawala: Jurnal Pengabdian Masyarakat Global, 3(1), 251–270. https://doi.org/10.30640/cakrawala.v3i1.2215

Hamidah, N. W., Saefudin, D., & Taabudillah, M. H. (2025). Pengaruh sikap tawadhu terhadap adab kepada guru mata pelajaran PAI. Tartib: Jurnal of Educational Management, 4(2), 98–105. https://doi.org/10.62824/33kfy725

Heriansah, & Hamdal. (2024). Konsep nilai ta’dzhim al-ilmi wa ahlihi dalam kitab Ta’lim Al Muta’alim (implementasi pada pembelajaran bahasa Arab). An Naba, 7(2), 157–170. https://doi.org/10.51614/87xx6483

Hikmawati, F. (2020). Metode penelitian. PT Raja Grafindo Persada.

Iskandar. (2011). Mengenal Sekarbela lebih dekat. Mahkota Kata.

Isma, A. (2018). Peran sosial Tuan Guru dalam masyarakat Seberang Kota Jambi: Satu tinjauan ulang. Kontekstualita, 34(2). https://doi.org/10.30631/kontekstualita.v34i02.43

Jahuri, Kiswanto, & Hafizi, M. Z. (2024). Perkembangan Islam di Pulau Lombok: Telaah historis melalui studi kepustakaan. Nagri Pustaka, 2(2), 185–191. https://doi.org/10.62238/nagripustaka.v2i2.222

Jamaluddin. (2016). Abdul Gafur: Keterlibatan ulama Sasak dalam jaringan ulama (1754–1904). Al-Qalam, 22(1), 49–60. https://doi.org/10.31969/alq.v22i1.307

Kurniawan, B. (2020). Pengembangan SDM dalam pendidikan Islam. Cakrawala: Jurnal Manajemen Pendidikan Islam dan Studi Sosial, 4(2), 105–125. https://doi.org/10.33507/cakrawala.v4i2.323

Mulianah, B. (2024). Moderate character education in Sasak cultural institutions. EL-HIKMAH: Jurnal Kajian dan Penelitian Pendidikan Islam, 18(2), 257–288. https://doi.org/10.20414/elhikmah.v18i2.13066

Murdianto, M. (2021). Starting from Kerbung and ending in pesantren: The analysis of the track record of the emergence of pesantren in Lombok. Jurnal Pendidikan Agama Islam (Journal of Islamic Education Studies), 9(1), 39–58. https://doi.org/10.15642/jpai.2021.9.1.39-58

Murdianto, M. (2022). Peran TGH. Ibrahim Kediri dalam mengembangkan pendidikan Islam di Lombok NTB. Jurnal Ilmiah Hospitality, 11(1), 327–332. https://doi.org/10.47492/jih.v11i1.3626

Murdianto, M., & Nasihin, S. (2022). The role and influence of Tuan Guru on the development of Islamic education in Lombok: An ethnographic study of Islamic education of the Sasak tribe in the 19th century. Jurnal Ilmiah Profesi Pendidikan, 7(1), 249–257. https://doi.org/10.29303/jipp.v7i1.2858

Muthalib, A., Indra Putra, E. S., & Khairuddin. (2024). Kontribusi Tuan Guru Sapat dalam perkembangan pendidikan Islam di Indragiri Riau 1908–1939. Tadarus Tarbawy: Jurnal Kajian Islam dan Pendidikan, 6(2). https://doi.org/10.31000/jkip.v6i2.12804

Nashihin, H., Primarni, A., Ngabdul Shodikin, E., Aziz, N., & Hermawati, T. (2022). Pendampingan pendidik melalui pelatihan model pembelajaran halaqoh di TPA Masjid Al-Ikhlas Purwosari Gunung Kidul. Jurnal Pengabdian Masyarakat Bestari, 1(5), 311–326. https://doi.org/10.55927/jpmb.v1i5.982

Sa’i, M., & Fadli, A. (2022). Tuan Guru Lombok: Jaringan dan peran dalam membumikan Al-Qur’an. UIN Mataram Press.

Sugiyono. (2014). Memahami penelitian kualitatif (Ed. ke-10). Alfabeta.

Sukardiman. (2021). Eksistensi Tuan Guru sebagai rujukan bimbingan konseling di tengah pandemi Covid-19. Jurnal Al-Irsyad: Jurnal Bimbingan Konseling Islam, 3(2), 225–240. https://doi.org/10.24952/bki.v3i2.4271

Suparman. (2022). Gerakan modernisasi pendidikan Islam (Telaah pemikiran Maulanasysyaikh TGKH. Muhammad Zainuddin Abdul Madjid tentang pendidikan Islam di Lombok). An-Nahdlah: Jurnal Pendidikan Islam, 1(3), 186–200. https://doi.org/10.51806/an-nahdlah.v1i3.28

Wiyani, N. A. (2018). Pembinaan soft skill guru melalui kegiatan halaqoh untuk suksesi PPA di SD Al-Irsyad Al-Islamiyyah Purwokerto. Elementary: Islamic Teacher Journal, 5(1), 146–168. https://doi.org/10.21043/elementary.v5i1.2985

Yakin, N. (2017). Studi kasus pola manajemen Pondok Pesantren Al-Raisiyah di Kota Mataram. Ulumuna, 18(1), 199–220. https://doi.org/10.20414/ujis.v18i1.159

Downloads

Published

2026-05-30