Pemahaman Epistemologis Mahasiswa tentang Qada dan Qadar dalam Kerangka Akidah Ahlussunnah Wal Jama'ah: Studi di IAIKU Cabang Kemadu

Authors

  • Lina Rosyidah Institut Agama Islam Khozinatul Ulum
  • Siti Nur Kayati Institut Agama Islam Khozinatul Ulum

DOI:

https://doi.org/10.58230/1bw5b425

Keywords:

Qada and Qadar, Epistemology, Ahlussunnah Wal Jama'ah, , Islamic Theology, Student Understanding

Abstract

Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan pemahaman epistemologis mahasiswa tentang Qada dan Qadar dalam kerangka akidah Ahlussunnah Wal Jama'ah (Aswaja) di Institut Agama Islam Khozinatul Ulum (IAIKU) Cabang Kemadu. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus deskriptif. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, focus group discussion (FGD), dan analisis dokumen pembelajaran terhadap 20 mahasiswa yang dipilih secara purposif, kemudian dianalisis dengan model Miles, Huberman, dan Saldaña. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 85% informan mampu menjelaskan definisi dasar Qada dan Qadar. Namun, pemahaman konseptual tersebut belum sepenuhnya berkembang menjadi pemahaman epistemologis yang mendalam: hanya 35% informan menunjukkan kemampuan tinggi dalam menjelaskan dasar argumentasi teologis. Sebanyak 70% informan mampu menghubungkan konsep tersebut dengan pengalaman hidup, tetapi hanya 25% yang berada pada kategori tinggi dalam argumentasi rasional ('aqli). Variasi pemahaman berkaitan dengan latar belakang pesantren, pembelajaran Ilmu Kalam, belajar mandiri dan forum keagamaan, serta kemampuan mengakses literatur Islam berbahasa Arab. Pembelajaran Qada dan Qadar di perguruan tinggi Islam perlu memperkuat penalaran teologis, pemahaman komparatif Asy'ariyyah dan Maturidiyyah, serta keterkaitan konsep akidah dengan pengalaman mahasiswa. Penelitian ini menawarkan lima dimensi pemahaman epistemologis sebagai kerangka analisis. Keterbatasannya meliputi satu institusi, jumlah informan yang terbatas, dan rubrik kategorisasi yang belum divalidasi secara luas.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Aini, U. Q., & Kibtiyah, A. (2024). An innovative Aswaja learning model for developing theological awareness among madrasah students. Journal of Islamic Education and Pesantren, 4(1), 11–20.

Anam, F. K., Padil, M., & Yahya, M. (2021). Building Ahlus-Sunnah wal-Jamaah an-Nahdliyah character as the pillar of Islamic moderation in Islamic boarding school. Buletin Al-Turas, 27(2), 249–264. https://doi.org/10.15408/bat.v27i2.20062

Ansori, A. S., & Alam, A. N. (2025). Theology in moderate Islam: A historical study of the struggle for dominance. Edu The: Journal of Islamic Education & Theology, 1(1), 1–13.

Batubara, F. K., Fadhil, M., Suhanda, K. S., Annur, A. K., Sormin, R. A. R., & Siregar, M. F. S. (2026). Dampak praktis teologi Aswaja di Nusantara terhadap modernisasi beragama dalam konsep iman dan akhlak. Al-Hikmah: Jurnal Theosofi dan Peradaban Islam, 8(1), 66–85.

Birt, L., Scott, S., Cavers, D., Campbell, C., & Walter, F. (2016). Member checking: A tool to enhance trustworthiness or merely a nod to validation? Qualitative Health Research, 26(13), 1802–1811. https://doi.org/10.1177/1049732316654870

Braun, V., & Clarke, V. (2006). Using thematic analysis in psychology. Qualitative Research in Psychology, 3(2), 77–101. https://doi.org/10.1191/1478088706qp063oa

Carter, N., Bryant-Lukosius, D., DiCenso, A., Blythe, J., & Neville, A. J. (2014). The use of triangulation in qualitative research. Oncology Nursing Forum, 41(5), 545–547. https://doi.org/10.1188/14.ONF.545-547

Creswell, J. W., & Poth, C. N. (2018). Qualitative inquiry and research design: Choosing among five approaches (4th ed.). SAGE Publications.

Guest, G., Bunce, A., & Johnson, L. (2006). How many interviews are enough? An experiment with data saturation and variability. Field Methods, 18(1), 59–82. https://doi.org/10.1177/1525822X05279903

Hmelo-Silver, C. E. (2004). Problem-based learning: What and how do students learn? Educational Psychology Review, 16(3), 235–266. https://doi.org/10.1023/b:edpr.0000034022.16470.f3

Hofer, B. K., & Pintrich, P. R. (1997). The development of epistemological theories: Beliefs about knowledge and knowing and their relation to learning. Review of Educational Research, 67(1), 88–140.

Kanafi, I., Dahri, H., Susminingsih, S., & Bakhri, S. (2021). The contribution of Ahlussunnah Waljamaah’s theology in establishing moderate Islam in Indonesia. HTS Teologiese Studies/Theological Studies, 77(4), e1–e10. https://doi.org/10.4102/hts.v77i4.6437

Keskin, Z., & Azhar, R. (2024). Navigating belief in qadar (destiny) with the contemporary understanding of risk management. International Journal of Islamic Thought, 25, 194–203. https://doi.org/10.24035/ijit.25.2024.296

Krathwohl, D. R. (2002). A revision of Bloom’s taxonomy: An overview. Theory Into Practice, 41(4), 212–218. https://doi.org/10.1207/s15430421tip4104_2

Matondang, N. A., & Siregar, A. H. (2026). Studi teologi Islam: Konsep, sumber kepercayaan dan kontribusi tokoh teologi Islam. Al-Tarbiyah: Jurnal Ilmu Pendidikan Islam, 4(3), 72–80. https://doi.org/10.59059/al-tarbiyah.v4i3.3114

Miles, M. B., Huberman, A. M., & Saldaña, J. (2014). Qualitative data analysis: A methods sourcebook (3rd ed.). SAGE Publications.

Mohd Azhar, M. H., & Syed Abdul Rahman, S. M. H. (2017). Metodologi al-Asha‘irah dan al-Salafiyyah dalam membentangkan akidah al-qada’ dan al-qadar: Tinjauan awal terhadap maratib al-taqdir. Afkar: Jurnal Akidah dan Pemikiran Islam, 19(2), 1–32. https://doi.org/10.22452/afkar.vol19no2.1

Moyikkal, N. (2024). From kasb to ikhtiyār: Understanding Asharite and Maturidite theories on human actions. Astrolabe: A CIS Research Journal, (6). https://www.hbku.edu.qa/sites/default/files/KasbtoIkhtiyar.pdf

Muchasan, A., Syarif, M., & Naufal, M. (2023). Metodologi teologi al-Asy’ary dan pengaruhnya terhadap pendidikan Islam di Indonesia. Inovatif: Jurnal Penelitian Pendidikan, Agama, dan Kebudayaan, 9(2), 163–183. https://doi.org/10.55148/inovatif.v9i2.760

Muhyidin, M., & Ishaq, Z. (2023). Metodologi al-Asy’ari (Studi atas bangunan teologi al-Asy’ari). Ummul Qura: Jurnal Institut Pesantren Sunan Drajat (INSUD) Lamongan, 18(1), 32–48. https://doi.org/10.55352/uq.v18i1.115

Nowell, L. S., Norris, J. M., White, D. E., & Moules, N. J. (2017). Thematic analysis: Striving to meet the trustworthiness criteria. International Journal of Qualitative Methods, 16(1), Article 1609406917733847. https://doi.org/10.1177/1609406917733847

Palinkas, L. A., Horwitz, S. M., Green, C. A., Wisdom, J. P., Duan, N., & Hoagwood, K. (2015). Purposeful sampling for qualitative data collection and analysis in mixed method implementation research. Administration and Policy in Mental Health and Mental Health Services Research, 42(5), 533–544. https://doi.org/10.1007/s10488-013-0528-y

Putra, J. N. A., & Mutawakkil, M. A. (2020). Qada’ dan qadar perspektif Al-Qur’an hadits dan implikasinya terhadap pendidikan agama Islam. J-PAI: Jurnal Pendidikan Agama Islam, 7(1). https://doi.org/10.18860/jpai.v7i1.11232

Restu, Y. M., Anastasya, F., Fauziyah, W. Z., & Ramdan, M. (2025). Menanamkan pemahaman moderat antara Jabariyah dan Qadariyah sebagai upaya penguatan akidah dalam pendidikan agama Islam. At-Tarbiyah: Jurnal Pendidikan, Kebudayaan dan Keislaman, 7(2). https://doi.org/10.21462/atjpkk.v7i2.188

Restu, Y. M., Rahmawati, R., Amalia, A. E., & Hakim, L. (2026). Menanamkan nilai-nilai keimanan moderat melalui pemikiran Al-Asy’ari dan Al-Maturidi dalam kurikulum pendidikan agama Islam. An-Nahdloh: Journal of Education and Islamic Studies, 1(3). https://doi.org/10.58788/jeis.v1i3.97

Rohman, F., & Saifuddin. (2026). Wasathiyah Ahlussunnah wal Jamaah dalam diskursus teologi Islam: Analisis komparatif terhadap Syi’ah, Khawarij, Mu’tazilah, dan Wahhabiyah. An Najah: Jurnal Pendidikan Islam dan Sosial Keagamaan, 5(4), 820–827. https://journal.nabest.id/index.php/annajah/article/view/1225

Rusli, M. (2023). Teologi Islam di era modern: Antara tantangan dan peluang dalam pemikiran kontemporer. Jurnal Ilmiah Al-Jauhari: Jurnal Studi Islam dan Interdisipliner, 8(2), 232–246. https://doi.org/10.30603/jiaj.v8i2.4249

Wahib, A. (2023). Faith in qada’ and qadar and its implications against Islamic religious education. Jurnal Paradigma, 15(2), 167–181.

Wahyudi, T. (2023). Membangun strategi pembelajaran pendidikan agama Islam era revolusi industri 4.0 dan society 5.0. Al-Mutharahah: Jurnal Penelitian dan Kajian Sosial Keagamaan, 20(1), 148–159. https://doi.org/10.46781/al-mutharahah.v20i1.670

Zimmerman, B. J. (2002). Becoming a self-regulated learner: An overview. Theory Into Practice, 41(2), 64–70. https://doi.org/10.1207/s15430421tip4102_2

Downloads

Published

2026-09-30