Implementasi Hospitality dalam Meningkatkan Pengalaman Belajar Wisatawan di Desa Wisata Kebonagung, Kabupaten Bantul
DOI:
https://doi.org/10.58230/x7085t38Keywords:
Hospitality, Pengalaman Belajar, Wisata Edukasi, Kebonagung Bantul, Desa WisataAbstract
Hospitality dalam wisata edukasi tidak hanya mencakup keramahan, tetapi juga sikap, perilaku, dan kualitas pelayanan yang diberikan masyarakat lokal kepada wisatawan. Penelitian ini bertujuan menganalisis implementasi hospitality dalam meningkatkan pengalaman belajar wisatawan di Desa Wisata Kebonagung, Kabupaten Bantul, sebuah desa wisata berbasis pertanian, budaya, dan edukasi. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Data dikumpulkan melalui observasi langsung, wawancara mendalam dengan pengelola desa wisata, pemandu wisata, dan wisatawan, serta dokumentasi. Data dianalisis menggunakan model interaktif Miles, Huberman, dan Saldaña, sedangkan keabsahan data diuji melalui triangulasi sumber. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hospitality diwujudkan melalui sikap ramah masyarakat, pelayanan yang responsif, komunikasi yang efektif, pendampingan selama kegiatan, serta keterlibatan aktif wisatawan dalam aktivitas edukatif. Implementasi tersebut menciptakan suasana belajar yang nyaman, aman, dan menyenangkan sehingga pengalaman belajar wisatawan menjadi partisipatif dan berkesan. Interaksi langsung dengan masyarakat lokal juga memperkaya pemahaman wisatawan terhadap nilai budaya dan kearifan lokal. Namun, implementasi hospitality masih terkendala oleh keterbatasan sumber daya manusia yang terlatih, belum seragamnya standar pelayanan, dan kurangnya pelatihan berkelanjutan. Temuan ini menegaskan perlunya penguatan kapasitas pelaku wisata dan penyusunan standar pelayanan. Karena penelitian dilakukan pada satu desa wisata dengan pendekatan kualitatif, temuan tidak dimaksudkan untuk digeneralisasi secara statistik.
Downloads
References
Abdussamad, Z. (2021). Metode penelitian kualitatif. Syakir Media Press.
Adi, I. A. S. P. (2023). Pengalaman wisatawan mengikuti cooking class: Sebuah studi netnografi. Jurnal Gastronomi Indonesia, 11(1), 105–112. https://doi.org/10.52352/jgi.v11i1.1122
Ariffin, A. A. M., & Maghzi, A. (2012). A preliminary study on customer expectations of hotel hospitality: Influences of personal and hotel factors. International Journal of Hospitality Management, 31(1), 191–198. https://doi.org/10.1016/j.ijhm.2011.04.012
Badan Pusat Statistik. (2023). Statistik pariwisata Indonesia 2023. Badan Pusat Statistik.
Dinas Pariwisata DIY. (2023). Statistik kepariwisataan DIY tahun 2022. Dinas Pariwisata Daerah Istimewa Yogyakarta.
Dinas Pariwisata DIY. (2024). Statistik kepariwisataan DIY tahun 2023. Dinas Pariwisata Daerah Istimewa Yogyakarta.
Dinas Pariwisata DIY. (2025). Statistik kepariwisataan DIY tahun 2024. Dinas Pariwisata Daerah Istimewa Yogyakarta.
Falk, J. H., Ballantyne, R., Packer, J., & Benckendorff, P. (2012). Travel and learning: A neglected tourism research area. Annals of Tourism Research, 39(2), 908–927. https://doi.org/10.1016/j.annals.2011.11.016
Gelbman, A. (2021). Tourist experience and innovative hospitality management in different cities. Sustainability, 13(12), 6578. https://doi.org/10.3390/su13126578
Ihalauw, J. J., Sugiarto, Damiasih, Hendratono, T., Christiansen, R., Herawan, T., & Indra, R. (2023). Metode penelitian kualitatif untuk pariwisata. Penerbit Andi.
Ismayanti. (2020). Dasar-dasar pariwisata: Sebuah pengantar. Universitas Sahid Jakarta.
Jadesta. (2025). Desa Wisata Kebonagung [Laman web]. Kementerian Pariwisata Republik Indonesia.
Kandampully, J., Zhang, T., & Jaakkola, E. (2018). Customer experience management in hospitality: A literature synthesis, new understanding and research agenda. International Journal of Contemporary Hospitality Management, 30(1), 21–56. https://doi.org/10.1108/IJCHM-10-2015-0549
Kastenholz, E., Carneiro, M. J., Marques, C. P., & Lima, J. (2012). Understanding and managing the rural tourism experience: The case of a historical village in Portugal. Tourism Management Perspectives, 4, 207–214. https://doi.org/10.1016/j.tmp.2012.08.009
Kastenholz, E., Carneiro, M. J., Marques, C. P., & Loureiro, S. M. C. (2018). The dimensions of rural tourism experience: Impacts on arousal, memory, and satisfaction. Journal of Travel & Tourism Marketing, 35(2), 189–201. https://doi.org/10.1080/10548408.2017.1350617
Kennedy, P. S. J. (2024). Hospitality: Sejarah dan perkembangannya dalam manajemen pariwisata. IKRA-ITH Humaniora: Jurnal Sosial dan Humaniora, 8(2), 78–97. https://journals.upi-yai.ac.id/index.php/ikraith-humaniora/article/view/3104
Kim, J.-H., Ritchie, J. R. B., & McCormick, B. (2012). Development of a scale to measure memorable tourism experiences. Journal of Travel Research, 51(1), 12–25. https://doi.org/10.1177/0047287510385467
Lashley, C. (2015). Hospitality and hospitableness. Research in Hospitality Management, 5(1), 1–7. https://doi.org/10.1080/22243534.2015.11828322
Miles, M. B., Huberman, A. M., & Saldaña, J. (2014). Qualitative data analysis: A methods sourcebook (3rd ed.). SAGE Publications.
Moleong, L. J. (2021). Metodologi penelitian kualitatif. PT Remaja Rosdakarya.
Pine, B. J., II, & Gilmore, J. H. (2011). The experience economy (Updated ed.). Harvard Business Review Press.
Pujiastuti, E. E., Soeprapto, A., Susanta, S., Utomo, H. S., & Maharaniputri, A. (2022). The role of perceived value in understanding tourist experience and post experience at heritage destinations. Jurnal Siasat Bisnis, 26(1), 36–56. https://doi.org/10.20885/jsb.vol26.iss1.art3
Roziqin, J. A. (2024). Kontribusi Desa Wisata Kebonagung Imogiri Bantul terhadap pendapatan rumah tangga masyarakat [Skripsi, Universitas Muhammadiyah Yogyakarta]. Repositori UMY. https://etd.umy.ac.id/47714/
Sugiyono. (2022). Metode penelitian kuantitatif, kualitatif, dan R&D. Alfabeta.
Taufik, M., Anisa, A., Jayanto, G., & Ramdani, A. (2025). Analysis of learning experience in tourism destinations on improving students’ history knowledge. ESENSI: Jurnal Riset Pendidikan, 1(2), 71–77. https://doi.org/10.71094/esensi.v1i2.125
Tosun, C. (2000). Limits to community participation in the tourism development process in developing countries. Tourism Management, 21(6), 613–633. https://doi.org/10.1016/S0261-5177(00)00009-1
Walker, J. R., & Walker, J. T. (2014). Introduction to hospitality management. Pearson Education.
Wirawan, P. E., & Semara, I. M. T. (2021). Pengantar pariwisata. IPB Internasional Press.
Wirdayanti, A., Asri, A., Anggono, B. D., Hartoyo, D. R., Indarti, E., Gautama, H. S., Harefa, K., Minsia, M., Rumayar, M., Indrijatiningrum, M., Susanti, T., & Ariani, V. (2021). Pedoman desa wisata. Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi.
Zakaria, F., & Suprihardjo, R. D. (2014). Konsep pengembangan kawasan desa wisata di Desa Bandungan Kecamatan Pakong Kabupaten Pamekasan. Jurnal Teknik POMITS, 3(2), C245–C249. https://doi.org/10.12962/j23373539.v3i2.7292

