Strategi Pengembangan Karakter Religius Murid Melalui Program Salat Berjamaah di SDN 029 Cilengkrang Dan Sdn 247 Sukapura Kota Bandung

Authors

  • N. Ai St. Minhatul Faridah Universitas Islam Nusantara
  • Ahmad Sukandar Universitas Islam Nusantara

DOI:

https://doi.org/10.58230/7eq4zg77

Keywords:

Karakter religius, Salat berjamaah, Sekolah dasar

Abstract

Abstract

This study is motivated by the gap between the ideal condition (das Sollen) mandated by Presidential Regulation Number 87 of 2017 and the empirical condition (das Sein) in the field, where the implementation of the congregational prayer program at two public elementary schools in Bandung still faces obstacles such as inadequate infrastructure, unstructured evaluation systems, and varying levels of parental support. The study aims to analyze the strategy for developing students' religious character through the congregational prayer program at SDN 029 Cilengkrang and SDN 247 Sukapura, Bandung City. A qualitative approach with a descriptive method was employed, utilizing in-depth interviews, participant observation, and document study as data collection techniques. The results show that: (1) the implementation of the congregational prayer program at SDN 029 is more effective (92% participation) compared to SDN 247 (88%) due to better facilities and evaluation; (2) the strategies of teacher modeling, scheduling, and reward-punishment have been applied but are not yet optimal at SDN 247; (3) the main supporting factors are teacher commitment and student awareness, while the main inhibiting factors are limited facilities and the influence of social media. The study concludes that the strategy for developing religious character through congregational prayer habituation at both schools has been implemented but is not yet optimal, thus requiring facility improvements, strengthening of evaluation, and enhanced collaboration with parents.

Keywords

Religious character; Congregational prayer; Habituation strategy; Elementary school

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh kesenjangan antara kondisi ideal (das Sollen) yang diamanatkan oleh Peraturan Presiden Nomor 87 Tahun 2017 dengan kondisi empirik (das Sein) di lapangan, di mana pelaksanaan program salat berjamaah di dua sekolah dasar negeri di Kota Bandung masih menghadapi kendala sarana prasarana, sistem evaluasi yang belum terstruktur, serta dukungan orang tua yang bervariasi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi pengembangan karakter religius murid melalui program salat berjamaah di SDN 029 Cilengkrang dan SDN 247 Sukapura Kota Bandung. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif, serta teknik pengumpulan data melalui wawancara mendalam, observasi partisipan, dan studi dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) pelaksanaan program salat berjamaah di SDN 029 lebih efektif (partisipasi 92%) dibanding SDN 247 (88%) karena kesiapan sarana dan evaluasi; (2) strategi keteladanan, penjadwalan, dan reward-punishment telah diterapkan namun belum optimal di SDN 247; (3) faktor pendukung utama adalah komitmen guru dan kesadaran siswa, sementara faktor penghambat utama adalah keterbatasan sarana dan pengaruh media sosial. Simpulan penelitian ini adalah strategi pengembangan karakter religius melalui pembiasaan salat berjamaah di kedua sekolah telah berjalan namun belum optimal, sehingga diperlukan perbaikan sarana, penguatan evaluasi, dan peningkatan kolaborasi dengan orang tua.

Keywords

Karakter religius; Salat berjamaah; Strategi pembiasaan; Sekolah dasar

Downloads

Download data is not yet available.

References

Airlangga, E., Rakhmah, A. A., Septiyani, L., Aryola, G., Azhar, Z. R., & Muhtarom, T. (2025). Implementasi program pembiasaan aktivitas shalat Dhuha untuk menumbuhkan karakter mandiri dan religius di SD IT Alam Nurul Islam. JIKAP PGSD: Jurnal Ilmiah Ilmu Kependidikan, 9(1), 1–8. https://doi.org/10.26858/jkp.v9i1.69517

Asysyiddah, I. N., Sitika, A. J., & Khulasoh, S. (2026). Pengaruh kehadiran guru pendidikan agama Islam sebagai role model terhadap perilaku religius siswa di MAN 2 Karawang. Pendas: Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar, 11(2), 253–263. https://doi.org/10.23969/jp.v11i02.47478

Azmiah, A., Arifin, I. Z., & Tajiri, H. (2023). Bimbingan keagamaan dengan teknik reward dan punishment untuk meningkatkan kedisiplinan belajar siswa. Irsyad: Jurnal Bimbingan, Penyuluhan, Konseling, dan Psikoterapi Islam, 11(1), 81–102. https://doi.org/10.15575/irsyad.v11i1.28594

Bandura, A. (2001). Social cognitive theory: An agentic perspective. Annual Review of Psychology, 52, 1–26. https://doi.org/10.1146/annurev.psych.52.1.1

Braun, V., & Clarke, V. (2006). Using thematic analysis in psychology. Qualitative Research in Psychology, 3(2), 77–101. https://doi.org/10.1191/1478088706qp063oa

Christy, R., Sutopo, A., & Hidayat. (2026). Pembentukan budaya karakter peserta didik melalui keteladanan, habituasi, dan refleksi. Tunas Cendekia: Jurnal Program Studi Pendidikan Anak Usia Dini, 9(1), 468–477. https://doi.org/10.24256/tunascendekia.v9i1.12756

Creswell, J. W., & Poth, C. N. (2018). Qualitative inquiry and research design: Choosing among five approaches (4th ed.). SAGE Publications.

Denzin, N. K., & Lincoln, Y. S. (Eds.). (2018). The SAGE handbook of qualitative research (5th ed.). SAGE Publications.

Endrawan, D., Syahri, A., & Syukri, S. H. A. (2026). Pengaruh intensitas penggunaan media sosial terhadap perilaku keagamaan siswa kelas XII SMAN 1 Kediri pada era digital. Pendas: Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar, 11(2), 226–238. https://doi.org/10.23969/jp.v11i02.50944

Fahruddin, F., & Astutik, A. P. (2025). Fostering Islamic character through parent-school synergy in education: Menumbuhkan karakter Islami melalui sinergi orang tua-sekolah dalam pendidikan. Journal of Islamic and Muhammadiyah Studies, 7(1). https://doi.org/10.21070/jims.v7i1.1616

Fatimah, P. S., & Sutarna, N. (2024). Peran orang tua dalam pembentukan karakter religius siswa kelas V di SD Negeri 3 Purwawinangun. Pendas: Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar, 9(3), 233–242. https://doi.org/10.23969/jp.v9i3.17772

Guest, G., Namey, E., & Chen, M. (2020). A simple method to assess and report thematic saturation in qualitative research. PLOS ONE, 15(5), Article e0232076. https://doi.org/10.1371/journal.pone.0232076

Hakim, L., Suroso, Amri, H., & Habiburrahman, S. (2026). Peran guru meningkatkan karakter religius melalui pembiasaan di sekolah dasar negeri. Idarah Tarbawiyah: Journal of Management in Islamic Education, 7(6), 120–131. https://doi.org/10.32832/itjmie.v7i6.23757

Hergenhahn, B. R., & Olson, M. H. (2008). Teori belajar (Theories of learning) (T. Wibowo B.S., Penerj.). Kencana Prenada Media Group.

Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. (2015). Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 23 Tahun 2015 tentang Penumbuhan budi pekerti. Kemendikbud.

Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. (2018). Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 20 Tahun 2018 tentang Penguatan pendidikan karakter pada satuan pendidikan formal. Kemendikbud.

Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi. (2022). Keputusan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Nomor 56/M/2022 tentang Pedoman penerapan kurikulum dalam rangka pemulihan pembelajaran. Kemendikbudristek.

Kurahman, O. T., Azizah, Z. N., Nurhakim, D. A. R., & Hamdani, T. (2025). Program pembiasaan salat Zuhur berjamaah dalam menanamkan nilai-nilai religius peserta didik. IQRO: Journal of Islamic Education, 8(3), 1058–1069. https://doi.org/10.24256/iqro.v8i3.8386

Lickona, T. (1991). Educating for character: How our schools can teach respect and responsibility. Bantam Books.

Lincoln, Y. S., & Guba, E. G. (1985). Naturalistic inquiry. SAGE Publications.

Mubarak, M. S. (2015). Kepemimpinan pendidikan dalam perspektif 6 sistem nilai Prof. Dr. Ahmad Sanusi. INSANIA: Jurnal Pemikiran Alternatif Kependidikan, 20(1), 177–188. https://doi.org/10.24090/insania.v20i1.1432

Nesafilar, N., Annisa, A., & Ruslan, R. (2026). Hubungan penggunaan media sosial dengan perilaku keagamaan siswa madrasah. Al-Muaddib: Jurnal Ilmu-Ilmu Sosial dan Keislaman, 11(2), 13–24. https://doi.org/10.31604/muaddib.v11i2.13-24

Novia, S., Suresman, E., & Surahman, C. (2025). Collaboration between parents and teachers in the formation of students' religious character through Islamic religious education learning in the era of digitalization: A case study at SDIT. Tadrib: Jurnal Pendidikan Agama Islam, 11(2), 438–466. https://doi.org/10.19109/tadrib.v11i2.31951

Peraturan Pemerintah Nomor 57 Tahun 2021 tentang Standar Nasional Pendidikan. (2021). Sekretariat Negara.

Peraturan Presiden Nomor 87 Tahun 2017 tentang Penguatan Pendidikan Karakter. (2017). Sekretariat Negara.

Prastyo, Y., Budiwan, J., & Rohman, M. A. A. (2025). Implementasi metode pembiasaan dan keteladanan dalam pembentukan karakter religius anak. Absorbent Mind: Journal of Psychology and Child Development, 5(2). https://doi.org/10.37680/absorbent_mind.v5i2.10349

Santoso, S., Hidayat, T., & Pariyanto, P. (2023). Assessment of the implementation of the religious character strengthening programe. Jurnal Penelitian Pendidikan IPA, 9(4), 1954–1959. https://doi.org/10.29303/jppipa.v9i4.3404

Sholekah, U. R., & Fatimah, M. (2026). The role of Islamic religious education teachers in forming students' religious character through learning ability and morality. Abjadia: International Journal of Education, 11(1), 225–233. https://doi.org/10.18860/abj.v11i1.40510

Sugiyono. (2012). Metode penelitian pendidikan: Pendekatan kuantitatif, kualitatif, dan R&D. Alfabeta.

Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional. (2003). Sekretariat Negara.

Wijaya, C. Y. (2025). Analisis moral peserta didik pada pembiasaan shalat Dhuha di sekolah dasar. Menara Ilmu: Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmiah, 19(1), 599–606. https://doi.org/10.31869/mi.v19i1.6712

Yaningsih, P. D., Cutra, C., & Suryadin, A. (2026). Evaluasi Program 7 Sunnah Harian dalam pembentukan karakter religius siswa menggunakan model CIPPO. Journal of Education Research, 7(1), 283–290. https://doi.org/10.37985/jer.v7i1.3288

Downloads

Published

2026-10-24