Implementasi Program Keagamaan dalam Pembentukan Karakter Religius Siswa: Studi Kasus di SMP Muhammadiyah Al Kautsar Program Khusus

Authors

  • Sabina Hayyu Atmara Universitas Muhammadiyah Surakarta
  • Mohamad Ali Universitas Muhammadiyah Surakarta

DOI:

https://doi.org/10.58230/6mwqk489

Keywords:

program keagamaan, karakter religius, pembiasaan ibadah, pendidikan karakter, pembinaan moral

Abstract

Pembentukan karakter religius siswa memerlukan pembiasaan dan integrasi nilai keagamaan dalam kehidupan sekolah sehari-hari. Penelitian ini bertujuan menganalisis implementasi program keagamaan dalam pembentukan karakter religius siswa di SMP Muhammadiyah Al Kautsar Program Khusus, meliputi bentuk kegiatan, strategi internalisasi nilai, faktor pendukung dan penghambat, serta kontribusi program terhadap karakter religius siswa. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara mendalam dengan seorang guru Pendidikan Agama Islam dan seorang siswa, serta dokumentasi, kemudian dianalisis dengan model Miles dan Huberman dan diuji keabsahannya melalui triangulasi sumber dan metode. Hasil penelitian menunjukkan bahwa program keagamaan dilaksanakan secara sistematis melalui salat Duha dan Zuhur berjamaah, tadarus dan tahfiz Al-Qur’an, kultum, pembinaan akhlak, serta kegiatan sosial. Pelaksanaan program didukung oleh komitmen kepala sekolah, keteladanan guru, dukungan orang tua, dan sarana yang memadai, tetapi masih menghadapi kendala berupa perbedaan motivasi siswa, keterbatasan waktu, perbedaan latar belakang keluarga, keterbatasan sarana, dan pengaruh media digital. Pembiasaan tersebut berkontribusi terhadap penguatan kedisiplinan, kejujuran, tanggung jawab, kepedulian sosial, dan ketekunan beribadah. Temuan ini menegaskan pentingnya konsistensi pembiasaan, keteladanan, dan kolaborasi sekolah dengan keluarga dalam pendidikan karakter religius. Penelitian ini terbatas pada dua informan dan periode pengumpulan data yang singkat sehingga temuannya perlu dimaknai secara kontekstual.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Abidin, A., Amien, S., & Nurhakim, M. (2025). Strategi pembiasaan dan dampaknya pada pembentukan karakter religius siswa di sekolah menengah kejuruan. Jurnal Ilmiah Global Education, 6(2), 835–846. https://doi.org/10.55681/jige.v6i2.3858

Ali, M. (2019). Pendidikan karakter berwawasan tasawuf. SUHUF, 31(1), 1–12. https://doi.org/10.23917/suhuf.v31i1.9002

Asmuki. (2018). Upaya guru PAI dalam membentuk karakter religius melalui kegiatan keagamaan di SMP Muhammadiyah Karangasem Bali. Al-Insyiroh, 2(1), 84–100. https://ejournal.kopertais4.or.id/madura/index.php/alinsyiroh/article/download/3323/2457/9173

Bandura, A. (1977). Social learning theory. Prentice Hall.

Berkowitz, M. W., & Bier, M. C. (2004). Research-based character education. The Annals of the American Academy of Political and Social Science, 591(1), 72–85. https://doi.org/10.1177/0002716203260082

Carter, N., Bryant-Lukosius, D., DiCenso, A., Blythe, J., & Neville, A. J. (2014). The use of triangulation in qualitative research. Oncology Nursing Forum, 41(5), 545–547. https://doi.org/10.1188/14.ONF.545-547

Epstein, J. L. (2010). School/family/community partnerships: Caring for the children we share. Phi Delta Kappan, 92(3), 81–96. https://doi.org/10.1177/003172171009200326

Fauziah, H. U., Suhartono, E., & Pudjantoro, P. (2021). Implementasi penguatan pendidikan karakter religius. Jurnal Integrasi dan Harmoni Inovatif Ilmu-Ilmu Sosial, 1(4), 437–445. https://doi.org/10.17977/um063v1i4p437-445

Halstead, J. M., & Taylor, M. J. (2000). Learning and teaching about values: A review of recent research. Cambridge Journal of Education, 30(2), 169–202. https://doi.org/10.1080/713657146

Hardy, S. A., & Carlo, G. (2005). Religiosity and prosocial behaviours in adolescence: The mediating role of prosocial values. Journal of Moral Education, 34(2), 231–249. https://doi.org/10.1080/03057240500127210

Lally, P., van Jaarsveld, C. H. M., Potts, H. W. W., & Wardle, J. (2010). How are habits formed: Modelling habit formation in the real world. European Journal of Social Psychology, 40(6), 998–1009. https://doi.org/10.1002/ejsp.674

Lickona, T. (1992). Educating for character: How our schools can teach respect and responsibility. Bantam Books.

Lickona, T. (1996). Eleven principles of effective character education. Journal of Moral Education, 25(1), 93–100. https://doi.org/10.1080/0305724960250110

Miles, M. B., & Huberman, A. M. (1994). Qualitative data analysis: An expanded sourcebook (2nd ed.). Sage.

Nazilah, N., & Amrullah, M. (2025). Strengthening students’ religious character in Muhammadiyah elementary classroom. Indonesian Journal of Education Methods Development, 20(4). https://doi.org/10.21070/ijemd.v20i4.950

Nugrahani, F. (2014). Metode penelitian kualitatif dalam penelitian pendidikan bahasa. Cakra Books.

Nurbaiti, R., Alwy, S., & Taulabi, I. (2020). Pembentukan karakter religius siswa melalui pembiasaan aktivitas keagamaan. El Bidayah: Journal of Islamic Elementary Education, 2(1), 55–66. https://doi.org/10.33367/jiee.v2i1.995

Nurhayati, D., & Wibowo, S. (2023). Pembentukan karakter religius (Studi kasus di SMP Muhammadiyah Al Mujahidin Wonosari Gunungkidul). Social Studies, 8(2). https://journal.student.uny.ac.id/social-studies/article/download/18300/18017

Prastyo, Y., Budiwan, J., & Rohman, M. A. A. (2025). Implementasi metode pembiasaan dan keteladanan dalam pembentukan karakter religius anak. Absorbent Mind, 5(2). https://doi.org/10.37680/absorbent_mind.v5i2.10349

Pristiwanti, D., Badariah, B., Hidayat, S., & Dewi, R. S. (2022). Pengertian pendidikan. Jurnal Pendidikan dan Konseling, 4(6), 7911–7915. https://doi.org/10.31004/jpdk.v4i6.9498

Puspitasari, N., Relistian, L. R., & Yusuf, R. (2022). Peran pendidikan agama Islam terhadap pembentukan karakter religius peserta didik. Atta’dib: Jurnal Pendidikan Agama Islam, 3(1), 57–68. https://doi.org/10.30863/attadib.v3i1.2565

Rahmadin, A. N., & Astutik, A. P. (2025). Religious character education through habituation at MTsN 2 Kediri. Indonesian Journal of Education Methods Development, 20(3). https://doi.org/10.21070/ijemd.v20i3.934

Ryan, R. M., & Deci, E. L. (2000). Self-determination theory and the facilitation of intrinsic motivation, social development, and well-being. American Psychologist, 55(1), 68–78. https://doi.org/10.1037/0003-066X.55.1.68

Sahlan, A. (2010). Mewujudkan budaya religius di sekolah: Upaya mengembangkan PAI dari teori ke aksi. UIN-Maliki Press.

Samani, M., & Hariyanto. (2012). Konsep dan model pendidikan karakter. Remaja Rosdakarya.

Siswanto, S., Nurmal, I., & Budin, S. (2021). Penanaman karakter religius melalui metode pembiasaan. Ar-Riayah: Jurnal Pendidikan Dasar, 5(1), 1–12. https://doi.org/10.29240/jpd.v5i1.2627

Sonia, S., Nur, T., & Herdiana, Y. (2022). Pembentukan karakter religius siswa melalui metode pembiasaan di MTs Al-Fathimiyah Karawang. Fondatia: Jurnal Pendidikan Dasar, 6(3), 702–713. https://doi.org/10.36088/fondatia.v6i3.2049

Sulyandari, A. K., & Qonitatillah, A. S. (2026). Peningkatan karakter religius anak usia dini melalui program pembiasaan ibadah dan keteladanan. Jurnal Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat, 7(2), 565–574. https://doi.org/10.33474/jp2m.v7i2.22577

Wood, W., & Rünger, D. (2016). Psychology of habit. Annual Review of Psychology, 67, 289–314. https://doi.org/10.1146/annurev-psych-122414-033417

Yin, R. K. (2018). Case study research and applications: Design and methods (6th ed.). Sage.

Downloads

Published

2026-09-30