Pembentukan Identitas Multikultural dan Inklusivitas Sosial Siswa Minoritas dalam Pembelajaran IPS: Perspektif Teori Pengakuan Honneth

Authors

  • Ilham Syah Institut Agama Islam Negeri Manado

DOI:

https://doi.org/10.58230/ijier.v3i1.763

Keywords:

Recognition Theory, Axel Honneth, Social Studies Education, multicultural identity, social inclusivity, minority students

Abstract

Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) memiliki peran strategis dalam menumbuhkan identitas multikultural siswa di ruang kelas yang secara demografis heterogen. Artikel ini mengkaji secara konseptual bagaimana Teori Pengakuan Axel Honneth dapat digunakan untuk memahami dinamika inklusivitas sosial siswa minoritas melalui pembelajaran IPS. Berbeda dari kajian pengakuan sebelumnya yang berfokus pada diskriminasi administratif penghayat kepercayaan (Baskoro, 2026), artikel ini menawarkan kebaruan berupa pemetaan tiga sfera pengakuan ke dalam praktik kelas IPS, diilustrasikan melalui konteks keberagaman Kota Manado. Dengan pendekatan kualitatif studi kepustakaan, kajian ini mensintesiskan literatur ilmiah terkini mengenai pendidikan multikultural, teori pengakuan, dan inklusi sosial di sekolah. Hasil kajian menunjukkan bahwa tiga sfera pengakuan Honneth cinta (love), hukum (rights), dan solidaritas (esteem) dapat dipetakan ke dalam tiga dimensi praktik kelas, yaitu relasi emosional guru-siswa, kesetaraan perlakuan dan kebijakan kelas, serta penghargaan atas identitas dan kontribusi budaya siswa minoritas. Ketiadaan salah satu sfera pengakuan dapat memunculkan pengalaman misrecognition yang menghambat pembentukan identitas multikultural siswa, sementara pembelajaran IPS yang secara sengaja mengintegrasikan ketiga sfera tersebut berpotensi memperkuat inklusivitas sosial di ruang kelas heterogen. Artikel ini merekomendasikan penguatan kompetensi pedagogis guru IPS dalam merancang pembelajaran berbasis pengakuan sebagai strategi mewujudkan kelas yang inklusif.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Anam, S. (2023). Inklusi sosial dan pendidikan multikultural dalam pendidikan Islam. Istifkar: Media Transformasi Pendidikan, 3(1), 89–105. https://doi.org/10.62509/ji.v3i1.76

Aribi, M. S., Sholehah, I., & Huda, M. M. (2025). Peran keluarga dalam pembentukan sikap toleransi remaja pada era perubahan dan polarisasi sosial di masyarakat multikultural. Jurnal Cakrawala Akademika, 2(4), 296–311. https://doi.org/10.70182/jca.v2i4.1298

Atoillah, M. T., & Ferianto, F. (2023). Pendidikan multikultural melalui pendidikan agama Islam dalam pembentukan karakter kebangsaan siswa SMP N 1 Pangkalan. Jurnal Pendidikan, 32(1), 113–120. https://doi.org/10.32585/jp.v32i1.3485

Badan Pusat Statistik Kota Manado. (2020). Profil kependudukan Kota Manado tahun 2020. Pemerintah Kota Manado.

Baharuddin, B. (2026). Konflik sosial masyarakat multikultural dalam perspektif sosiologi. PESHUM: Jurnal Pendidikan, Sosial dan Humaniora, 5(2), 3106–3114. https://doi.org/10.56799/peshum.v5i2.15390

Baskoro, A. (2026). Mampukah mewujudkan pendidikan inklusif pemuda penghayat kepercayaan di Indonesia? Problematika dalam lensa hukum progresif dan teori pengakuan. Jurnal Studi Pemuda, 14(2), 124. https://doi.org/10.22146/studipemudaugm.112472

Bourdieu, P. (1986). The forms of capital. In J. Richardson (Ed.), Handbook of theory and research for the sociology of education (pp. 241–258). Greenwood Press.

Freire, P. (2005). Pedagogy of the oppressed (30th anniversary ed.; M. B. Ramos, Trans.). Continuum. (Original work published 1970)

Hakim, A. R., & Darojat, J. (2023). Pendidikan multikultural dalam membentuk karakter dan identitas nasional. Jurnal Ilmiah Profesi Pendidikan, 8(3), 1337–1346. https://doi.org/10.29303/jipp.v8i3.1470

Handayani, C. S. (2024). Tantangan dan peluang pembelajaran IPS materi keragaman sosial dan budaya di Indonesia pada siswa kelas 4 sekolah dasar. Pena Edukasia, 2(3), 109–116. https://doi.org/10.58204/pe.v2i3.114

Harefa, A. T., & Lase, B. P. (2024). Peran pendidikan dalam mengurangi stigma dan diskriminasi terhadap siswa dari kelompok minoritas sosial. Journal of Education Research, 5(4), 4288–4294. https://doi.org/10.37985/jer.v5i4.1479

Honneth, A. (1996). The struggle for recognition: The moral grammar of social conflicts (J. Anderson, Trans.). MIT Press. (Original work published 1992)

Hipriawan, D. V., Iqbal, M., & Nurniswah, N. (2026). Implementasi pendidikan multikultural dalam pembelajaran sejarah Islam kelas VIII SMPN 25 Kota Bengkulu. CENDEKIA: Jurnal Ilmu Sosial, Bahasa dan Pendidikan, 6(2), 378–393. https://doi.org/10.55606/cendekia.v6i2.9192

Karmila, K., & Chanifudin, C. (2023). Pembentukan karakter siswa melalui penanaman nilai-nilai multikultural di SMP Negeri 02 Tasik Putri Puyu. Jurnal Ilmiah Pendidikan dan Keislaman, 3(3), 340–345. https://doi.org/10.55883/jipkis.v3i3.88

Manimalay, Y. (2026). Pendekatan pendidikan multikultural dalam meningkatkan sikap toleransi siswa. Prosiding Ilmu Pendidikan dan Keguruan, 4(1), 19–25. https://doi.org/10.59098/pips.v4i1.3289

Maulana, & Ferdian. (2024). Dialog antarbudaya dan dinamika sosial kota multikultural: Studi kasus kota metropolitan di Indonesia. SEIKAT: Jurnal Ilmu Sosial, Politik dan Hukum, 3(5), 261–267. https://doi.org/10.55681/seikat.v3i5.1581

Mubarok, F., Kustini, T., Masitoh, S., Patras, Y. E., & Wulandari, D. (2024). Menafsir arah pendidikan multikultural: Sebuah pendekatan teori belajar konstruktivistik dalam perspektif pendidikan di Indonesia. JAMP: Jurnal Administrasi dan Manajemen Pendidikan, 7(1), 37. https://doi.org/10.17977/um027v7i12024p37

Mustofa, M. R., & Rodiah, I. (2024). Konflik identitas dan budaya antar suku di Yogyakarta, heterogenisasi vs homogenisasi. Jurnal Sosial: Jurnal Penelitian Ilmu-Ilmu Sosial, 25(1), 19–24. https://doi.org/10.33319/sos.v25i1.148

Nugraha, P. S., Andayani, E., & Nita, C. I. R. (2025). Pengaruh pembelajaran berdiferensiasi dan tingkat kecerdasan sosial terhadap hasil belajar IPS siswa kelas V. Jurnal Pendidikan IPS, 15(4), 1414–1425. https://doi.org/10.37630/jpi.v15i4.3732

Rakhmatulloh, M. A., & Wicaksono, Y. K. (2025). Peran guru IPS dalam mengimplementasian nilai-nilai Pancasila pada mata pelajaran IPS kelas VII di MTs Negeri 2 Jombang. Jurnal Sadewa: Publikasi Ilmu Pendidikan, Pembelajaran dan Ilmu Sosial, 3(3), 157–167. https://doi.org/10.61132/sadewa.v3i3.2005

Ramadhani, F., Alwi, A., & Najamuddin. (2026). Integrasi deep learning dan nilai multikultural dalam pembelajaran IPS sebagai upaya transformasi pendidikan sosial. Indo-MathEdu Intellectuals Journal, 7(3), 4009–4017. https://doi.org/10.54373/imeij.v7i3.5530

Renfaan, H. Z., Rofiki, A. A., & Ubaidillah, A. (2025). Peran guru kelas dalam implementasi nilai-nilai multikultural dalam pembelajaran Aqidah Akhlak pada siswa kelas V di MI Integral Hidayatullah. Ikhlas: Jurnal Ilmiah Pendidikan Islam, 2(4), 87–108. https://doi.org/10.61132/ikhlas.v2i4.1638

RRI.co.id. (2026, 5 Februari). Belajar toleransi dari sekolah, merawat keberagaman bangsa. https://rri.co.id/mamuju/iptek/2137314/belajar-toleransi-dari-sekolah-merawat-keberagaman-bangsa

Safitri, A. K., Ahmaddhany, Melinda, R., & Kartinawati, E. (2025). Negosiasi identitas dalam dinamika komunikasi antara mahasiswa penggemar budaya populer dengan budaya lokal di Universitas Sahid Surakarta. RISOMA: Jurnal Riset Sosial Humaniora dan Pendidikan, 3(5), 72–82. https://doi.org/10.62383/risoma.v3i5.1111

Sutomo, S., Asy'arie, M., & Shobahiya, M. (2026). Representasi nilai demokrasi dan multikultural dalam buku teks pendidikan agama Islam di kelas IX. Jurnal Keilmuan dan Keislaman, 1–18. https://doi.org/10.23917/jkk.v5i1.911

Varelasiwi, R. S. (2023). Implementasi pendidikan multikultural dalam menguatkan identitas nasional melalui P5 di era globalisasi. Proceedings Series of Educational Studies. https://doi.org/10.17977/um083.7896

Wirdawati, A. (2024). Dinamika asimilasi etnis Nias di Minangkabau: Identitas budaya, interaksi sosial, dan tantangan dalam konteks multikulturalisme. Khasanah Ilmu: Jurnal Pariwisata dan Budaya, 15(2), 116–124. https://doi.org/10.31294/khi.v15i2.20854

Wulandari, A., Kurniawansyah, E., & Sartika, L. D. (2026). Sekolah sebagai sistem sosial: Analisis perannya dalam menguatkan nilai-nilai multikultural siswa di SMAN 4 Mataram. GeoScienceEd Journal, 7(2), 1784–1792. https://doi.org/10.29303/goescienceed.v7i2.1955

Yanwarin, B., & Rahawarin, Y. (2025). Perangkat digital dan kapital simbolik: Pembentukan identitas dan eksklusi sosial di kalangan remaja kota dan pinggiran di Ambon. Populis: Jurnal Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, 17(2), 231–246. https://doi.org/10.30598/populis.17.2.231-246

Downloads

Published

2026-02-28