Peningkatan Kemampuan Membaca Permulaan Melalui Pendekatan Multisensori Berbasis Teori Pembelajaran Sosial Pada Siswa Beresiko Lamban Belajar

Authors

  • Siti Nurjanah Universitas Negeri Yogyakarta
  • Ibnu Syamsi Universitas Negeri Yogyakarta

DOI:

https://doi.org/10.58230/ijier.v3i1.758

Keywords:

Kemampuan Membaca, Pendekatan Multisensori, Pembelajaran, teori pembelajaran sosial

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan membaca permulaan pada siswa berisiko lamban belajar kelas IV SD Negeri 002 Long Mesangat melalui penerapan pendekatan multisensori berbasis teori pembelajaran sosial. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh masih ditemukannya siswa yang mengalami kesulitan dalam mengenal huruf, membedakan bentuk huruf yang mirip, menghubungkan bunyi dengan simbol huruf, serta membaca suku kata, kata, dan kalimat sederhana secara lancar. Kondisi tersebut berdampak pada rendahnya kepercayaan diri dan partisipasi siswa dalam kegiatan pembelajaran membaca. Penelitian ini menggunakan metode Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam dua siklus. Setiap siklus meliputi tahap perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi, dan refleksi. Subjek penelitian adalah siswa kelas IV yang teridentifikasi berisiko lamban belajar. Teknik pengumpulan data meliputi tes kemampuan membaca permulaan, observasi, wawancara, dan dokumentasi. Pendekatan multisensori diterapkan dengan mengoptimalkan penggunaan indera visual, auditori, kinestetik, dan taktil, sedangkan teori pembelajaran sosial diimplementasikan melalui kegiatan pemodelan (modeling), imitasi, latihan terbimbing, pemberian penguatan (reinforcement), dan interaksi langsung antara guru dan siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan pendekatan multisensori berbasis teori pembelajaran sosial mampu meningkatkan kemampuan membaca permulaan siswa secara signifikan. Peningkatan terlihat pada kemampuan mengenali huruf, melafalkan bunyi huruf, membaca suku kata, membaca kata sederhana, serta memahami kalimat sederhana. Selain itu, terjadi peningkatan perhatian, keberanian membaca, kepercayaan diri, dan keterlibatan siswa selama proses pembelajaran.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Abdurrahman, M. (2012). Anak berkesulitan belajar: Teori, diagnosis, dan remediasinya. Rineka Cipta.

Arikunto, S. (2013). Prosedur penelitian: Suatu pendekatan praktik. Rineka Cipta.

Arikunto, S., Suhardjono, & Supardi. (2015). Penelitian tindakan kelas. Bumi Aksara.

Atuna, N. Y., Yoenanto, N. H., Hendriani, W., & Paramita, P. P. (2024). Penerapan metode multisensori dalam peningkatan kemampuan membaca pada anak ABK di sekolah inklusi. Jurnal Ortopedagogia, 10(2), 87–95.

Bandura, A. (1977). Social learning theory. Prentice Hall.

Bandura, A. (1986). Social foundations of thought and action: A social cognitive theory. Prentice Hall.

Creswell, J. W. (2012). Educational research: Planning, conducting, and evaluating quantitative and qualitative research (4th ed.). Pearson.

Dalman. (2013). Keterampilan membaca. Rajawali Pers.

Ehri, L. C. (2005). Learning to read words: Theory, findings, and issues. Scientific Studies of Reading, 9(2), 167–188.

Fernald, G. M. (1943). Remedial techniques in basic school subjects. McGraw-Hill.

Gustiani, N., Asmiati, N., & Pratama, T. Y. (2022). Penggunaan metode multisensori dalam meningkatkan kemampuan membaca permulaan anak berkesulitan belajar membaca di sekolah dasar. Jurnal Holistika, 6(1), 49–56.

Kemmis, S., & McTaggart, R. (1988). The action research planner. Deakin University Press.

Lerner, J. W. (2000). Learning disabilities: Theories, diagnosis, and teaching strategies. Houghton Mifflin.

Miles, M. B., Huberman, A. M., & Saldaña, J. (2014). Qualitative data analysis: A methods sourcebook (3rd ed.). SAGE Publications.

Mills, G. E. (2011). Action research: A guide for the teacher researcher (4th ed.). Pearson.

Muammar. (2020). Membaca permulaan di sekolah dasar. Sanabil.

Mulyasa, E. (2013). Praktik penelitian tindakan kelas. Remaja Rosdakarya.

Mumpuniarti, M., Handoyo, R. R., Pinrupitanza, D. T., & Barotuttaqiyah, D. (2020). Teacher's pedagogy competence and challenges in implementing inclusive learning in slow learner. Cakrawala Pendidikan, 39(1), 217–229.

National Reading Panel. (2000). Teaching children to read: An evidence-based assessment of the scientific research literature on reading and its implications for reading instruction. National Institute of Child Health and Human Development.

Primasari, I. F. N. D., & Supena, A. (2021). Meningkatkan kemampuan membaca siswa disleksia dengan metode multisensori di sekolah dasar. Jurnal Basicedu, 5(4), 1799–1808.

Putri, A. R., Sumaryanti, L., & Rizkiana, A. (2026). Strategi guru dalam meningkatkan keterampilan membaca permulaan siswa di Indonesian Community Center Muar Malaysia. Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Indonesia, 6(2), 1291–1301.

Rahim, F. (2008). Pengajaran membaca di sekolah dasar. Bumi Aksara.

Rubin, D. (1993). A practical approach to teaching reading. Allyn & Bacon.

Santrock, J. W. (2011). Educational psychology (5th ed.). McGraw-Hill.

Sugiyono. (2019). Metode penelitian kuantitatif, kualitatif, dan R&D. Alfabeta.

Supena, A., & Dewi, I. R. (2020). Metode multisensori untuk siswa disleksia di sekolah dasar. Jurnal Basicedu, 5(1), 110–120.

Tarigan, H. G. (2008). Membaca sebagai suatu keterampilan berbahasa. Angkasa.

Zuchdi, D., & Budiasih. (2001). Pendidikan bahasa dan sastra Indonesia di kelas rendah. PAS.

Zuhroh, L., & Nugrahani, R. F. (2023). Meningkatkan kemampuan membaca dengan metode VATK (Visual, Audio, Taktil, Kinestetik) pada anak kesulitan membaca di sekolah dasar. Indo-MathEdu Intellectuals Journal, 4(3), 1854–1860.

Downloads

Published

2026-02-28