Peningkatan Keterampilan Anak Dengan Resiko Hambatan Motorik Halus Melalui Penggunaan Media Loose Parts

Authors

  • Dwi Sulistio Rini Universitas Negeri Yogyakarta
  • Mumpuniarti Universitas Negeri Yogyakarta

DOI:

https://doi.org/10.58230/ijier.v3i1.744

Keywords:

pembelajaran, loose parts, motorik halus, anak usia dini, penelitian tindakan kelas

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan keterampilan motorik halus anak yang berisiko mengalami kesulitan motorik halus melalui penggunaan media loose parts di TK Negeri 2 Kongbeng. Penelitian menggunakan desain Penelitian Tindakan Kelas (PTK) model Kemmis dan McTaggart yang dilaksanakan dalam dua siklus, meliputi tahap perencanaan, tindakan, observasi, dan refleksi. Subjek penelitian terdiri atas 15 anak usia 5–6 tahun pada Kelompok B1, dengan perhatian khusus pada anak yang teridentifikasi berisiko mengalami kesulitan motorik halus. Data dikumpulkan melalui observasi, penilaian unjuk kerja, wawancara, dokumentasi, dan catatan lapangan, kemudian dianalisis secara deskriptif kuantitatif dan kualitatif. Indikator keberhasilan mencakup peningkatan koordinasi mata dan tangan, kelenturan jari, kekuatan genggaman, ketepatan, serta kemandirian dalam melakukan aktivitas manipulatif. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan keterampilan motorik halus secara bertahap pada setiap tahap tindakan. Rata-rata capaian perkembangan meningkat dari 49,17% pada prasiklus dengan kategori Mulai Berkembang (MB) menjadi 56,11% pada Siklus I dengan kategori Berkembang Sesuai Harapan (BSH), dan mencapai 85,28% pada Siklus II dengan kategori Berkembang Sangat Baik (BSB). Hasil tersebut menunjukkan bahwa indikator keberhasilan penelitian telah tercapai pada Siklus II. Selain peningkatan keterampilan motorik halus, anak juga menunjukkan peningkatan keaktifan, kepercayaan diri, antusiasme, dan fokus selama proses pembelajaran. Dengan demikian, penggunaan media loose parts efektif dalam meningkatkan keterampilan motorik halus dan dapat digunakan sebagai alternatif media pembelajaran untuk menstimulasi perkembangan motorik halus anak usia dini, khususnya anak yang berisiko mengalami kesulitan motorik halus.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Abdulloh, N. N., & Mahmud, M. S. (2025). Teaching competencies of mathematics teachers in inclusive education at primary schools. International Journal of Learning, Teaching and Educational Research, 24(1), 190–208. https://doi.org/10.26803/ijlter.24.1.10

Andriyani, A., & Indhra, F. M. (2022). Meningkatkan kemampuan motorik halus anak dengan menggunakan media loose parts pada anak kelompok B TK Tunas Inti Dusun Tebo Jaya Kecamatan Limbur Lubuk Mengkuang Kabupaten Bungo. ALAYYA: Jurnal Pendidikan Islam Anak Usia Dini, 2(1), 1–23. https://doi.org/10.51311/alayya.v2i1.406

Diamond, A. (2020). Executive functions: Core abilities and support for their development. Cambridge University Press.

Febriel, A. D., Muslihin, H. Y., & Rahman, T. (2023). Analisis penggunaan media loose parts untuk meningkatkan kemampuan motorik halus anak usia 5–6 tahun. https://doi.org/10.46963/mash.v5i02.562

Hayati, N., & Putritama, A. (2021). Eksplorasi loose parts untuk stimulasi kreativitas anak usia dini. Jurnal Pendidikan Anak.

Hurlock, E. B. (2011). Psikologi perkembangan: Suatu pendekatan sepanjang rentang kehidupan (Istiwidayanti & Soedjarwo, Penerj.; Ed. ke-5). Erlangga.

Kemmis, S., McTaggart, R., & Nixon, R. (2014). The action research planner: Doing critical participatory action research. Springer. https://doi.org/10.1007/978-981-4560-67-2

Khairunisa, L. L., Maryatun, I. B., & Wijayanti, A. D. (2026). Upaya meningkatkan keterampilan motorik halus melalui media loose parts pada anak usia 5–6 tahun. Literasi: Jurnal Kajian Keislaman Multi-Perspektif, 17(1), 27–36. https://doi.org/10.21927/literasi.2026.17(1).27-36

Maharani, P. (2023). Penggunaan media loose part untuk meningkatkan motorik halus anak usia 5–6 tahun Kelompok B-1 di TK Aisyiyah Bustanul Athfal (ABA) IV Kota Jambi. https://doi.org/10.36456/incrementapedia.vol5.no2.a7752

Meningkatkan kemampuan motorik halus anak usia 5–6 tahun melalui kegiatan menggunting di RA Hidayatun Najah Bulusari Tahun Pelajaran 2023/2024. (2024). Lentera Anak, 5(2). https://doi.org/10.34001/jla.v5i2.7594

Mulyani, N. (2023). Perkembangan fisik motorik anak usia dini. Gava Media.

Nofianti, R., Harahap, A. S., & Yanti, N. (2024). Peningkatan motorik halus melalui loose part dengan metode Maria Montessori pada anak usia dini. Serasi Media Teknologi.

Nurjanah, S., & Muthmainah. (2023). Pengaruh media loose part terhadap kreativitas dan motorik halus anak usia dini. Jurnal Obsesi: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 7(3). https://doi.org/10.31004/obsesi.v7i3.4434

Papalia, D. E., & Feldman, R. D. (2014). Menyelami perkembangan manusia. Salemba Humanika.

Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 137 Tahun 2014 tentang Standar Nasional Pendidikan Anak Usia Dini. (2014).

Purdianto, M. F., & Sholichah, I. F. (2024). Peningkatan motorik halus anak usia 3–4 tahun menggunakan media loose parts dengan teknik token ekonomi di Layanan Terapi Bintang Bunda Cerme. Observasi: Jurnal Publikasi Ilmu Psikologi, 2(4), 318–332. https://doi.org/10.61132/observasi.v2i4.825

Ridwan, A., Nurul, N. A., & Faniati, F. (2022). Analisis penggunaan media loose part untuk meningkatkan kemampuan motorik halus anak usia 5–6 tahun. https://doi.org/10.46963/mash.v5i02.562

Sanenek, A. K., Nurhafizah, Suryana, D., & Mahyuddin, N. (2023). Analisis pengembangan kemampuan motorik halus pada anak usia dini. Jurnal Obsesi: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 7(2). https://doi.org/10.31004/obsesi.v7i2.4177

Santrock, J. W. (2012). Perkembangan masa hidup (Ed. ke-13). Erlangga.

Saputra, Y. M., & Rudyanto. (2005). Pembelajaran kooperatif untuk meningkatkan keterampilan anak TK. Departemen Pendidikan Nasional.

Siantajani, Y. (2020). Loose parts: Material lepasan otentik stimulasi PAUD. Sarang Seratus Persen.

Siregar, K. H. D. (2024). Penggunaan media loose parts untuk meningkatkan kemampuan motorik halus pada anak kelompok B (usia 5–6 tahun) di TK IT Nurul Fikri Paran Padang Kecamatan Sipirok Kabupaten Tapanuli Selatan [Skripsi, UIN Syekh Ali Hasan Ahmad Addary Padangsidimpuan].

Sujiono, B. (2008). Metode pengembangan fisik. Universitas Terbuka.

Sumantri, M. S. (2021). Strategi pengembangan kemampuan motorik halus anak usia dini. Kencana.

Suyanto, S. (2005). Konsep dasar pendidikan anak usia dini. Departemen Pendidikan Nasional.

Thompson, L., & Miller, K. (2022). Action research: Improving hand-eye coordination through manipulative play in preschoolers.

Wahyu, P. P. (2024). Pemanfaatan media loose parts untuk mengoptimalkan perkembangan motorik halus anak kelompok B. Tempurrejo Ngawi.

Wathoni, H., Suparmiati, S., & Hopiah, A. M. (2024). Peningkatan motorik halus anak dengan pendekatan media loose parts di kelompok bermain. Jurnal Basicedu, 8(5), 4179–4188. https://doi.org/10.31004/basicedu.v8i5.8767

Widayati, S. (2022). Inovasi pembelajaran berbasis lingkungan melalui loose parts. Kencana.

Downloads

Published

2026-02-27