Pengaruh Media Sosial Terhadap Sikap Moderasi Beragama Pada Peserta Didik
DOI:
https://doi.org/10.58230/ijier.v3i1.706Keywords:
media sosial, pendidikan agama islam, moderasi beragama, pengaruhAbstract
Media sosial telah menjadi salah satu ruang penting bagi remaja untuk mengakses, menafsirkan, dan mendiskusikan informasi keagamaan. Kondisi tersebut menghadirkan peluang sekaligus risiko bagi pembentukan sikap moderasi beragama peserta didik. Penelitian ini bertujuan menganalisis tingkat penggunaan media sosial, tingkat sikap moderasi beragama, serta pengaruh penggunaan media sosial terhadap sikap moderasi beragama pada peserta didik kelas X SMK Negeri 3 Makassar. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif asosiatif dengan metode survei. Populasi berjumlah 430 peserta didik yang tersebar pada 12 kelas, sedangkan sampel sebanyak 82 responden ditentukan melalui proportional cluster random sampling dengan perhitungan Slovin pada taraf kelonggaran 10%. Data dikumpulkan menggunakan angket skala Likert dan dokumentasi, kemudian dianalisis melalui statistik deskriptif, uji normalitas, uji linearitas, dan regresi linear sederhana menggunakan SPSS versi 27. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan media sosial berada pada kategori tinggi hingga sangat tinggi sebesar 82,9%, sedangkan sikap moderasi beragama berada pada kategori tinggi hingga sangat tinggi sebesar 98,8%. Model regresi menghasilkan R = 0,721, R² = 0,519, F = 86,440, t = 9,297, dan p < 0,001, dengan persamaan Y = 16,836 + 0,990X. Dengan demikian, penggunaan media sosial memiliki hubungan prediktif positif dan signifikan dengan sikap moderasi beragama; model menerangkan 51,9% variasi skor moderasi beragama pada sampel. Temuan menegaskan pentingnya penguatan literasi digital-keagamaan, kurasi sumber keagamaan, dan pemanfaatan media sosial secara pedagogis oleh sekolah dan guru Pendidikan Agama Islam
Downloads
References
Afwadzi, B., Sumbulah, U., Ali, N., & Qudsy, S. Z. (2024). Religious moderation of Islamic university students in Indonesia: Reception of religious texts. HTS Teologiese Studies/Theological Studies, 80(1), a9369. https://doi.org/10.4102/hts.v80i1.9369
Amirudin, Suyono, Soeprijanto, & Hudri, M. (2025). Digital religious literature and its role in shaping religious moderation among Indonesian university students. Jurnal Lektur Keagamaan, 23(2), 432–461. https://doi.org/10.31291/jlka.v23i2.1444
Anwar, R. N. (2023). Religious moderation campaign: Student forms and strategies to build harmonization on social media. Journal of Social Studies, 19(1), 93–100. https://doi.org/10.21831/jss.v19i1.57378
Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia. (2024, February 7). APJII jumlah pengguna internet Indonesia tembus 221 juta orang. https://apjii.or.id/berita/d/apjii-jumlah-pengguna-internet-indonesia-tembus-221-juta-orang
Aziz, A. A., Masykhur, A., Anam, A. K., Muhtarom, A., Masudi, I., & Duryat, M. (2019). Implementasi moderasi beragama dalam pendidikan Islam. Direktorat Jenderal Pendidikan Islam, Kementerian Agama Republik Indonesia.
Baedowi, M., Chamadi, M. R., Musmuallim, & Turhamun. (2025). The influence of social media on the attitude of religious moderation among college students. Sinergi International Journal of Islamic Studies, 3(3), 156–164. https://doi.org/10.61194/ijis.v3i3.808
Bandura, A. (2001). Social cognitive theory of mass communication. Media Psychology, 3(3), 265–299. https://doi.org/10.1207/S1532785XMEP0303_03
Campbell, H. A. (2017). Surveying theoretical approaches within digital religion studies. New Media & Society, 19(1), 15–24. https://doi.org/10.1177/1461444816649912
Campbell, H. A., & Tsuria, R. (Eds.). (2022). Digital religion: Understanding religious practice in digital media (2nd ed.). Routledge. https://doi.org/10.4324/9780429295683
Cohen, L., Manion, L., & Morrison, K. (2018). Research methods in education (8th ed.). Routledge. https://doi.org/10.4324/9781315456539
Direktorat Pendidikan Agama Islam. (2021). Integrasi moderasi beragama dalam mata pelajaran Pendidikan Agama Islam. Direktorat Jenderal Pendidikan Islam, Kementerian Agama Republik Indonesia. https://cendikia.kemenag.go.id/publik/buku_detail/519
Febriani, S. R., & Ritonga, A. W. (2022). The perception of millennial generation on religious moderation through social media in the digital era. Millah: Journal of Religious Studies, 21(2), 313–334. https://doi.org/10.20885/millah.vol21.iss2.art1
Gerbner, G. (1998). Cultivation analysis: An overview. Mass Communication and Society, 1(3–4), 175–194. https://doi.org/10.1080/15205436.1998.9677855
Hadiyanto, A., Putri, K. Y. S., & Fazli, L. (2025). Religious moderation in Instagram: An Islamic interpretation perspective. Heliyon, 11(4), e42816. https://doi.org/10.1016/j.heliyon.2025.e42816
Halim, W. (2018). Young Islamic preachers on Facebook: Pesantren As'adiyah and its engagement with social media. Indonesia and the Malay World, 46(134), 44–60. https://doi.org/10.1080/13639811.2018.1416796
Hefni, W. (2020). Moderasi beragama dalam ruang digital: Studi pengarusutamaan moderasi beragama di perguruan tinggi keagamaan Islam negeri. Jurnal Bimas Islam, 13(1), 1–22. https://doi.org/10.37302/jbi.v13i1.182
Hew, W. W. (2018). The art of dakwah: Social media, visual persuasion and the Islamist propagation of Felix Siauw. Indonesia and the Malay World, 46(134), 61–79. https://doi.org/10.1080/13639811.2018.1416757
Husein, F., & Slama, M. (2018). Online piety and its discontent: Revisiting Islamic anxieties on Indonesian social media. Indonesia and the Malay World, 46(134), 80–93. https://doi.org/10.1080/13639811.2018.1415056
Iswanto, A., Haryanto, J. T., Noviani, N. L., Mustolehudin, Rosidin, Basid, A., Nugroho, N. D., Muslim, A., Paisal, Santoso, A. G., Dewi, R. S., Zakiah, Marannu, B., Hidayat, R. A., & Saepudin, J. (2021). Moderasi beragama di media sosial: Panduan untuk guru/pembimbing dan Gen Z. Arti Bumi Intaran.
Kementerian Agama Republik Indonesia. (2019). Moderasi beragama. Badan Litbang dan Diklat Kementerian Agama Republik Indonesia.
Kementerian Agama Republik Indonesia. (2025). Peta jalan penguatan moderasi beragama 2025–2029. Badan Moderasi Beragama dan Pengembangan Sumber Daya Manusia.
Kosasih, E. (2019). Literasi media sosial dalam pemasyarakatan sikap moderasi beragama. Jurnal Bimas Islam, 12(2), 263–296. https://doi.org/10.37302/jbi.v12i2.118
Lengauer, D. (2018). Sharing semangat taqwa: Social media and digital Islamic socialities in Bandung. Indonesia and the Malay World, 46(134), 5–23. https://doi.org/10.1080/13639811.2018.1415276
Lim, M. (2017). Freedom to hate: Social media, algorithmic enclaves, and the rise of tribal nationalism in Indonesia. Critical Asian Studies, 49(3), 411–427. https://doi.org/10.1080/14672715.2017.1341188
Maulana, D. (2017). The exclusivism of religion teachers: Intolerance and radicalism in Indonesian public schools. Studia Islamika, 24(2), 395–401. https://doi.org/10.15408/sdi.v24i2.5707
Nasrullah, R. (2015). Media sosial: Perspektif komunikasi, budaya, dan sosioteknologi. Simbiosa Rekatama Media.
Ni'mah, N. F., & Partono. (2025). The role of social media to strengthening religious moderation in Islamic Religious Education students. Moderatio: Jurnal Moderasi Beragama, 5(1), 71–81. https://doi.org/10.32332/moderatio.v5i1.10585
Nisa, E. F. (2018). Social media and the birth of an Islamic social movement: ODOJ (One Day One Juz) in contemporary Indonesia. Indonesia and the Malay World, 46(134), 24–43. https://doi.org/10.1080/13639811.2017.1416758
Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 58 Tahun 2023 tentang Penguatan Moderasi Beragama. (2023). https://peraturan.bpk.go.id/Details/265185/perpres-no-58-tahun-2023
Pusat Pengkajian Islam dan Masyarakat UIN Jakarta. (2018). Gen Z: Kegalauan identitas keagamaan. PPIM UIN Syarif Hidayatullah Jakarta. https://ppimcensis.or.id/books/gen-z-kegalauan-identitas-agama/
Pusat Pengkajian Islam dan Masyarakat UIN Jakarta. (2021, December 9). Beragama ala anak muda: Ritual no, konservatif yes. PPIM UIN Jakarta. https://ppimcensis.or.id/2021/12/09/launching-hasil-penelitian-ppim-uin-jakarta-beragama-ala-anak-muda-ritual-no-konservatif-yes/
SETARA Institute. (2023, May 17). Laporan survei toleransi siswa sekolah menengah atas (SMA). SETARA Institute for Democracy and Peace. https://setara-institute.org/media_setara/laporan-survei-toleransi-siswa-sekolah-menengah-atas-sma/
Setia, P., & Haq, M. Z. (2023). Countering radicalism in social media by campaigning for religious moderation. FOCUS, 4(1), 13–24. https://doi.org/10.26593/focus.v4i1.6571
Slama, M. (2017). A subtle economy of time: Social media and the transformation of Indonesia's Islamic preacher economy. Economic Anthropology, 4(1), 94–106. https://doi.org/10.1002/sea2.12075
Slama, M. (2018). Practising Islam through social media in Indonesia. Indonesia and the Malay World, 46(134), 1–4. https://doi.org/10.1080/13639811.2018.1416798
Sutrisno, E. (2019). Aktualisasi moderasi beragama di lembaga pendidikan. Jurnal Bimas Islam, 12(2), 323–348. https://doi.org/10.37302/jbi.v12i2.113
Wibisono, M. Y., & Darmalaksana, W. (2022). The idea of moderate Islam in the media space for the social construction of religious moderation in Indonesia. Khazanah Sosial, 4(4), 719–730. https://doi.org/10.15575/ks.v4i4.19291

